Senin, 29 Oktober 2012
Minggu, 30 September 2012
Harddik Low Space bukan Masalah Lagi !!!
Anda yang mempunyai masalah
dengan harddrive anda yang tidak mampu lagi menyimpan data-data karena
kapasitas harddisk anda telah penuh dengan data anda. Kini anda tidak perlu
bingung dan merogoh kocek dalam untuk membeli harddisk baru dengan kapasitas
yang lebih besar. Kini google akan membantu meringankan anda. Google menyediakan google drive atau layanan
penyimpanan awan.
Google drive memberikan layanan penyimpanan awan sebesar 5 GB secara gratis untuk pengguna akun google. Jika kapasitas 5 GB di rasa kurang untuk anda, google drive menyediakan kapasitas yang lebih besar dengan tarif . kapasitas 25 GB di patok per bulannya seharga $2.49 USD, 100 GB seharga $ 4.99 USD, 1TB seharga $49.99 USD per bulannya.
Layanan
ini juga memberikan layanan untuk menyimpan sebuah file attachment di email ke
dalam google drive.
Langkah
pertama yang harus anda lakukan untuk mendapatkan layanan ini. Integrasi
layanan google drive dalam gmail dengan aplikasi browser google chrome.
Langkah
kedua anda perlu mengunduh ekstensi google drive di chrome webstore. https://chrome.google.com/webstore/detail/apdfllckaahabafndbhieahigkjlhalf.
Langkah
ke tiga klik tombol add to chrome dan secara otomatis browser akan mengunduh
ekstensi tersebut. Jika proses instalasi berhasil maka akan muncul notifikasi
seperti pada gambar.
Label:
komputer dan jaringan,
teknologi
Lokasi:
Samarinda, Indonesia
Jumat, 07 September 2012
Satelit Lapan A2 telah selesai
Jakarta- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) berhasil menyelesaikan Satelit Lapan A2 yang merupakan suksesor dari Satelit Lapan Tubsat. Jika sebelumnya pembangunan Lapan Tubsat dilakukan di Technische Universitat Berlin, Jerman, maka untuk penggarapan Lapan A2 sepenuhnya dilakukan di Pusat Teknologi Satelit Lapan di Rancabungur, Bogor, Jawa Barat.
"Pokoknya Lapan A2 100 persen buatan dalam negeri, proses pengerjaan sudah rampung dan rencananya sama seperti pendahulunya satelit ini akan kita luncurkan menggunakan roket dari Sriharikota, India," ujar Suharmanto, Kepala Pusat Teknologi Satelit Lapan ketika di temui di Pusat Teknologi Satelit Lapan di Rancabungur, Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/8/2012).
Menurut Suharmanto, Lapan A2 memiliki keunggulan sensor dibanding Lapan Tubsat. Hal ini dapat dilihat bagaimana Lapan A2 memiliki tiga fungsi yaitu pengamatan bumi, pemantauan kapal, dan komunikasi radio amatir. Satelit dengan sensor Automatic Identification System (AIS) ini dipercaya dapat melakukan identifikasi terhadap kapal yang akan melintasi wilayah jangkauan Lapan A2.
"Harapan kami Lapan A2 dapat menjadi solusi untuk melakukan pemantauan lalu lintas wilayah laut Indonesia," kata Suharmanto.
Satelit dengan bobot 78 kilogram ini akan melintasi wilayah Indonesia secara diagonal sebanyak 14 kali sehari, dengan kisaran 20 menit perputarannya. Pada orbit AIS, Lapan A2 memiliki radius deteksi lebih dari 100 km dan mempunyai kemampuan untuk menerima sinyal dari maksimum 2000 kapal dalam satu daerah cakupan.
Lapan A2 yang akan mengorbit secara ekuatorial nantinya akan menjadi satelit pemantauan bumi pertama di dunia yang memiliki orbit ekuatorial. "Meskipun Indonesia masih merupakan pendatang baru di teknologi antariksa, namun adanya Lapan A2 seperti menjadi awal baru perkembangan dunia satelit di Indonesia," ucap Suharmanto.
sumber: kompas .com
Langganan:
Postingan (Atom)







